Menggoreng merupakan salah satu teknik memasak paling populer karena mampu menghasilkan makanan dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Namun, penggunaan minyak dalam jumlah banyak sering menjadi kekhawatiran, baik dari segi kesehatan maupun biaya. Banyak orang ingin mengurangi konsumsi minyak tanpa harus mengorbankan kerenyahan makanan. Kabar baiknya, ada berbagai teknik menggoreng dengan minyak sedikit yang tetap bisa menghasilkan tekstur renyah jika dilakukan dengan benar.
Teknik ini semakin diminati, terutama oleh mereka yang menjalani gaya hidup lebih sehat, mengurangi lemak berlebih, atau pelaku usaha makanan yang ingin menekan biaya produksi tanpa menurunkan kualitas produk. Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana teknik menggoreng dengan minyak sedikit agar tetap renyah, mulai dari prinsip dasar, teknik, hingga tips praktis yang bisa langsung diterapkan.
Mengapa Makanan Bisa Renyah Saat Digoreng?

Sebelum memahami tekniknya, penting untuk mengetahui alasan makanan menjadi renyah saat digoreng. Proses menggoreng melibatkan panas tinggi yang menyebabkan air dalam bahan makanan menguap dengan cepat. Ketika air keluar, terbentuklah lapisan kering di permukaan yang menghasilkan tekstur renyah.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi kerenyahan:
- Suhu minyak
- Kandungan air dalam bahan
- Jenis tepung atau pelapis
- Teknik memasak
- Waktu penggorengan
Meski minyak banyak membantu distribusi panas, sebenarnya kerenyahan lebih dipengaruhi oleh suhu dan teknik dibanding jumlah minyak.
Baca juga: Peluang dan Tantangan Bisnis Minyak Kelapa di Pasar Domestik dan Internasional
Keuntungan Menggoreng dengan Minyak Sedikit
Menggoreng dengan minyak sedikit memiliki banyak manfaat.
Lebih Sehat
Asupan lemak lebih rendah dibanding deep frying.
Lebih Hemat
Penggunaan minyak lebih sedikit mengurangi biaya dapur.
Minim Limbah
Minyak tidak cepat kotor karena volume kecil.
Lebih Praktis
Tidak membutuhkan wajan besar atau minyak banyak.
Teknik ini sering disebut sebagai shallow frying atau pan frying.

Teknik Dasar Menggoreng dengan Minyak Sedikit
Berikut beberapa teknik penting agar hasil tetap renyah meskipun menggunakan minyak terbatas.
1. Gunakan Wajan yang Tepat
Pemilihan alat sangat berpengaruh.
Wajan datar atau frying pan anti lengket sangat direkomendasikan karena:
- Panas merata
- Membutuhkan minyak lebih sedikit
- Mencegah makanan menempel
Wajan berbahan besi atau stainless steel juga bisa digunakan jika sudah cukup panas sebelum memasak.
2. Pastikan Suhu Minyak Cukup Panas
Suhu adalah kunci utama kerenyahan.
Jika minyak kurang panas:
- Makanan menyerap minyak
- Tekstur lembek
- Tidak renyah
Jika minyak terlalu panas:
- Bagian luar gosong
- Bagian dalam belum matang
Cara sederhana mengecek suhu:
Masukkan sedikit adonan atau remah tepung. Jika langsung berbuih, minyak siap digunakan.
3. Gunakan Teknik Pelapisan yang Tepat
Lapisan luar menentukan kerenyahan.
Beberapa bahan pelapis yang membantu renyah:
- Tepung beras
- Tepung maizena
- Tepung tapioka
- Tepung panir
- Tepung bumbu kering
Campuran tepung sering menghasilkan tekstur lebih garing dibanding satu jenis tepung saja.
4. Jangan Terlalu Banyak Membalik Makanan
Sering membalik makanan dapat merusak lapisan renyah.
Biarkan satu sisi matang dan kering sebelum dibalik. Hal ini membantu pembentukan kerak renyah yang stabil.
5. Gunakan Minyak Secukupnya untuk Kontak Permukaan
Meski minyak sedikit, pastikan seluruh permukaan yang bersentuhan dengan wajan terkena minyak tipis secara merata.
Teknik:
- Oles minyak dengan kuas
- Gunakan spray minyak
- Putar wajan agar minyak merata
6. Gunakan Api Sedang ke Besar di Awal
Api besar membantu pembentukan kerak renyah lebih cepat. Setelah itu, api dapat diturunkan agar bagian dalam matang sempurna.
Teknik dua tahap ini sangat efektif untuk ayam, tahu, tempe, dan gorengan tepung.
7. Keringkan Bahan Sebelum Digoreng
Air adalah musuh utama kerenyahan.
Pastikan bahan:
- Tidak basah
- Tidak terlalu lembap
- Ditiriskan sebelum dilapisi tepung
Bahan basah membuat minyak meletup dan lapisan tepung mudah lepas.
8. Jangan Menumpuk Makanan di Wajan
Terlalu banyak bahan dalam satu waktu menurunkan suhu minyak.
Akibatnya:
- Makanan tidak renyah
- Minyak terserap lebih banyak
Goreng dalam batch kecil untuk hasil optimal.
9. Gunakan Teknik Press Ringan
Untuk beberapa makanan seperti ayam fillet atau tahu, menekan ringan ke wajan membantu kontak panas lebih maksimal sehingga permukaan lebih garing.
10. Tiriskan dengan Benar Setelah Menggoreng
Setelah matang, tiriskan makanan di rak kawat atau tisu dapur.
Rak kawat lebih baik karena:
- Uap panas keluar
- Bagian bawah tidak lembek

Jenis Makanan yang Cocok Digoreng dengan Minyak Sedikit
Teknik ini cocok untuk berbagai makanan.
Contoh:
- Ayam fillet
- Tahu dan tempe
- Perkedel
- Nugget
- Dadar telur
- Ikan fillet
- Risoles
- Gorengan tepung ringan
Namun makanan berukuran besar atau berlapis tebal mungkin tetap membutuhkan minyak lebih banyak.
Tips Tambahan agar Lebih Renyah
Beberapa tips profesional:
- Tambahkan sedikit baking powder pada adonan tepung
- Gunakan air es untuk adonan pelapis
- Diamkan bahan bertepung beberapa menit sebelum digoreng
- Gunakan minyak baru atau bersih
- Jangan tutup wajan saat menggoreng
Uap yang terperangkap dalam wajan tertutup dapat membuat makanan lembek.
Kesalahan Umum Saat Menggoreng dengan Minyak Sedikit
Beberapa kesalahan sering terjadi:
- Minyak kurang panas
- Lapisan tepung terlalu tebal
- Api terlalu kecil
- Makanan terlalu basah
- Wajan terlalu penuh
- Sering dibalik
- Tidak ditiriskan dengan benar
Menghindari kesalahan ini akan meningkatkan kualitas hasil gorengan secara signifikan.
Apakah Menggoreng dengan Minyak Sedikit Lebih Sehat?
Secara umum, penggunaan minyak lebih sedikit berarti:
- Kalori lebih rendah
- Lemak lebih rendah
- Risiko oksidasi minyak lebih kecil
Namun faktor kesehatan juga dipengaruhi oleh:
- Jenis minyak
- Suhu memasak
- Frekuensi konsumsi gorengan
Menggoreng tetap sebaiknya dilakukan secara seimbang dalam pola makan sehat.
Perbedaan Shallow Fry vs Deep Fry
Shallow Fry:
- Minyak sedikit
- Kontak panas dari bawah
- Lebih hemat
- Cocok makanan tipis
Deep Fry:
- Minyak banyak
- Panas merata seluruh bagian
- Tekstur sangat renyah
- Cocok makanan besar
Keduanya memiliki fungsi masing-masing tergantung kebutuhan masakan.
Baca juga: Apa Itu Kopra Kelapa? Pengertian, Jenis, dan Proses Pembuatannya
Kapan Harus Menggunakan Minyak Banyak?
Ada kondisi tertentu di mana minyak banyak lebih ideal:
- Ayam goreng tepung tebal
- Donat
- Kentang goreng
- Tempura
- Gorengan ukuran besar
Namun untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, minyak sedikit sudah cukup efektif.
Kesimpulan
Menggoreng dengan minyak sedikit tetap dapat menghasilkan makanan yang renyah jika dilakukan dengan teknik yang tepat. Faktor utama yang menentukan kerenyahan bukan jumlah minyak, melainkan suhu panas, jenis pelapis, teknik memasak, serta cara penanganan bahan sebelum dan sesudah digoreng.
Dengan memahami teknik seperti penggunaan wajan yang tepat, menjaga suhu minyak, tidak menumpuk makanan, serta meniriskan dengan benar, siapa pun dapat menghasilkan gorengan yang tetap garing meskipun menggunakan minyak lebih sedikit. Selain lebih sehat, metode ini juga lebih hemat dan praktis untuk kebutuhan sehari-hari maupun usaha kuliner.
Menguasai teknik menggoreng dengan minyak sedikit adalah keterampilan penting yang dapat meningkatkan kualitas masakan sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih seimbang.

